Bandara memang racikan yang Pas.
Perpisahan, Pertemuan, Sedih, Bahagia semua bercampur. Kali ini aku sudah punya
bekal 1 semester dan aku Balik Kampung. Rantau rasanya, Nano-Nano.
Masih Muda, Pikiran belum banyak
cabangnya. Beban Belum Banyak.
Antusiasme Keluarga bertanya
kabar dan perkembangan pendidikanku itu yang bikin aku terus bersemangat. Aku
ingin tiap tiap pulang Bawa Piala.
Okelah, coba ikutan kating yang punya jam terbang tinggi. Bisa
Jalan-Jalan Modal Paper yang berisi Karya. Berfaedah
sekali, bukan??
Oke, perjuangan dimulai...
1. Lomba
Menulis Esai Tingkat Pendidikan Akuntansi
Ini Masih Magang
di Kristal. Diksi Ultah, alhasil ada ajang Lomba Menulis Esai Temanya dulu AEC.
Masuk semifinal atau 5 besar, orang-orangnya ada dibawah ini dan satu lagi ada
Mas Ujang. Ke-4nya sudah Senior, selisih 2 semester diatasku. Presentasi-Presentasi.
Cepp, dapat harapan I. Lumayanlah, melatih keberanian diri, Bak Pemateri yang
ditonton banyak Orang karena masih penuh
Grogi. Hehehe
2. Lomba Menulis Surat Untuk Dekan
Lomba ke-2 yang
berkesan. Tingkatknya lebih tinggi, se Fakultas. Saingannya lumayan banyak
lagi. Saat yang lainnya mengeluh, “Aku
belum berpengalaman nih buat surat”; “Aku Juga”; dll. Alhasil, dalam hatiku
“Ok.
Aku coba, menciptakan Pengalaman”.
Daaan...
Alhamdulillah peringkat 3.
(Foto Kami bertiga
gak ketemu. Juara 1 nya Mba Titi, Juara 2 Mas Dian F)
3. Pengen keluar, Delegasi Lomba di UIN SUKA
Pengeen Banget, Delegasi
Atas Nama UNY. Nyoba terussss, tiap ada pamflet, baca, cari tim, buat karya.
Karya itu dikembangin buat di Apply
ke Lomba lainnya. Dan Sekali ini berhasil, tapi Cuma masuk Waiting List.
Okelah...
Pagi-pagi weekend dapat kabar ada
peserta yang mengundurkan diri, di hari H. Oh My Good, Masya Allah... Kondisinya kita bertiga yang terbatas oleh
jarak. Getir, mau diterima atau nggakkk... Alhasil kita putuskan untuk
bergabung.
H min beberapa
jam, kita siapin pamflet, materi presentasi. Kemudian Tampil.
Pengumuman... Kita Belum Berhasil!
Hikmahnya apa??
Kalah itu
mengasah kesabaran. Ini dia Tim pertama Aku, yang punya Ambisi pengen lomba
karya tulis, sambil jalan-jalan dan syukur2 Bawa hadiah Buat UNY.
(Aku, Pita,
Desi. Lalu semenjak itu Kami bertiga, disebut “Geng Bebek” entah tak tau
maknanya. Btw itu gambar diambil saat penganugerahan Mapres di FE. Dengan Tim dan
jalan prestasi yang berbeda)
4. Ikut Lomba, di UGM tingkat Jawa
Ngajuin Abstrak, tentang Koperai dimulai
dengan serius disini. Ehhhh, diundang rupanya dikasih Piala. Masya Allah, bahagia akutuh.
(Bersama Pak
Suroto, yang aktif dalam pergerakan Koperasi hingga kini)
5. Inovasi
Sandal Budi, PKM Gagal Pimnas
PKM (Program
Kreativitas Mahasiswa). Ajang bergengsi di kalangan Mahasiswa. Banyak
inovator-inovator Muda di cetak dari sini. Seperti “kompor astoetik”
karya Mas Nova dkk, dan lainnya.
Alhamdulillah
kami mendapat kesempatan untuk membuat Karya “Sandal Budi (Sandal Budaya
Indonesia)”. Sayangnya nggak sampai PIMNAS.
(Sandal
Budi, didesain oleh M. Asri, diproduksi oleh Puspitaningsih, didukung oleh Aku,
Desi dan Hafidh)
6. MTQMN di UI
Libur
Semester 5 aku pulang. Ayuk yang pertamaku menikah, dibulan Syawal tepatnya 25
Juli 2015. Habis acara aku pamit dengan keluarga, untuk pulang ke Jogja lebih
cepat. Dikarenakan Kopma dan persiapan menuju Lomba MTQ MN (Kepanjangannya baca di Gambar yaaa). Proses
menuju menjadi delegasi UNY, dimulai dengan seleks internal dulu alhamdulillah
dapat Juara I, dulnya TIM kami bertiga. Namun hanya 2 orang yang didelegasikan.
Jadilah kami berangkat tanpa Silvina Widi Irsanti. Sediih sekalii.
+-
3 hari disana, aku merasakan ketenangan yang berarti. Disekeliling penginapan,
banyak yang melantunkan ayat suci Al-qur’an dengan Lantang, Jelas dan Indah.
Aku menjadi benar-benar ingin belajar lebih banyak. Terimakasih ya Allah engkau
pertemukan aku dengan para pejuang (Mahasiswa Muslim/ah) yang berilmu dari
seluruh Indonesia. Alhamdulillah... :’)
(Acara
Pembukaan Parade Budaya Asal daerah masing-masing)
(Pelepasan
dari Rektor)
7. Rindu Rumah, Lomba di Polsri
“Mak, Aku Rindu.
Aku Nak balek. Nak balek Nian.”
Lah-lah baru aja
bulan Oktober, Baru-Baru Mau UTS. Masih lama jatah pulangnya. Bahaya ini.
“Oke Des, Zul, Mau ndak jalan-jalan ke Kota
Palembang?”. Tanyaku kepada mereka
“Boleh-boleh”. Jawab mereka.
“Ada Lomba di Politeknik Sriwijaya, kalau
lolos 4 November kita presentasi disana”.
“Oke”.
.... Menyusun Ide, Proposal, Ajukan,....
------ PENGUMUMAN----- “SELAMAT KALIAN
LOLOS MASUK 5 BESAR”
“Alhamdulillah.....”
Bagaimana
caranya kita bisa sampai kesana ??? Sana-sini cari dana. Akhir Tahun, Fakultas
dan Universitas amat sulit Meng- ACC proposal pengajuan dana Mahasiswa.
-Putus
Asa-
“Niatnya, kita luruskan ya. Silaturahmi,
Bismillah kita cari jalan lagi”.
Alhamdulillah, kami dibantu oleh salah satu
UKM Kopma UNY, yang mendukung Anggotanya untuk berprestasi.
Sampai Palembang, Nginap dirumah. Presentasi.
Pengumuman, daaaan ... Alhamdulillah..
(Zulfa, Aku,
Desi)
8. PKM Koperasi, Belum Pimnas
“Ngajuin PKM lagi, yok Aku punya Ide”. Diajukan
dan alhamdulillah lolos didanai, namun belum bisa ke PIMNAS. Ini Tim nya.
Gagasannya dulu mau membangun Jiwa Koperasi di Komunitas Ledhok Timoho Gajah
Wong Yogyakarta. Alhamdulillah, dulu sempat berdiri Toko Sembakonya.
(Aan, Aku,
Pita, Zonif, Desi)
9. ITB Cooperative Days
Jalan-Jalan ke
Bogor dulu,,,, Alhamdulillah dari 5 Delegasi Universitas (UPI, ITB, IPB, UI dan
UNY) yang diundang, kami mendapatkan juara yang I. Dibalik ini banyak
perjuangan yang dilakukan. Dan ini aku persembahkan untuk Kopma UNY. :’).
(Panitia,
Eryan, Mas Ujang, Aku, Panitia)
10. UIN Suka
Minggu agak siang, pulang dari Kaliurang
habis bahas Kaderisasi Kopma dengan Alumni yang super loyal. Aku lanjutkan
untuk presentasi paper yang aku ajukan. Namun sayangnya belum juara.
(Sebelum
pengumuman Juara)
11. Trunojoyo, diakhir perjalanan
Wisudah, namun
belum bisa pulang kerumah. Alhasil, diberi kesempatan ke Surabaya tepatnya di
Universitas Trunojoyo. Berangkatnya bareng Emak, Ayak dan Dzaky. Cuma pas di
Bandara kami berpisah, Rombongan Emak ke Palembang dan Aku ke Surabaya.
Selain ikut
Simposium nya, disini aku diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya ku
bertemakan Pajak, bersama Teknisi dan Praktisi Pajak. Alhamdulillah kesempatan
yang luar biasa.
Inilah batas
perjuanganku di Yogyakarta. Jogja Terimakasih atas fasilitasnya, Aku Kembali.
Mohon Maaf sanak sedulur, apabila ada khilaf dan salah yang menyinggung
perasaan dan menyakitkan hati. Saya mohon keikhlasannya untuk dimaafkan.
Salam Sukses...
Manjadda
Wa Jadda.




























